Tahun Berdiri: 1954
Bubur Ayam Acung JR adalah warisan kuliner legendaris Kota Bandar Lampung yang dirintis sejak tahun 1954 oleh pasangan Wong Lok dan Eng Xiu. Keduanya merupakan perantau generasi pertama asal Tiongkok yang hijrah ke Indonesia pada tahun 1930 untuk memperbaiki nasib di masa penjajahan Jepang.
Awalnya, kakek dan nenek hanya berjualan bubur ayam keliling menggunakan gerobak kecil di wilayah Teluk Betung. Saat itu bubur ayam belum populer di Lampung, sehingga menjadi kuliner unik khas Tionghoa yang mereka bawa dari kampung halaman. Karena cita rasanya yang otentik, usaha ini terus berkembang.
Pada tahun 1970, usaha diteruskan oleh anaknya dan resmi menggunakan nama "Bubur Ayam Acung" yang diambil dari nama beliau. Gerobak kayu klasik dengan ciri khas tertentu menjadi identitas yang dipertahankan hingga sekarang. Tahun 1997, usaha ini mendapat penghargaan dari Wali Kota karena konsistensinya berjualan di Pasar Mambo, Teluk Betung sejak era 70-an.
Generasi ketiga, Teddy Wijaya, mulai melanjutkan usaha keluarga sejak 2012 dan membuka cabang di Jalan Antasari pada 2015. Hingga kini Bubur Ayam Acung JR tetap mempertahankan resep original dari kakek-nenek: bubur dengan kaldu ayam kental dan topping khas seperti cakwe serta tongcay. (Sumber: Video wawancara Bubur Ayam Acung JR dengan SEA Today News)
Bubur Ayam, Nasi Tim Ayam Kampung, Bubur Kacang Ijo, Bubur Jali-Jali