Loading...

Destinasi Wisata

Destinasi

Daftar Destinasi Wisata Bandar Lampung

Air Terjun Batu Putu
Sukadana Ham, Kecamatan Tanjung Karang Barat Setiap Hari 24 Jam
Gratis
Air Terjun Batu Putu
Wisata Alam

Tahun Berdiri: Data tidak tersedia Air Terjun Batu Putu merupakan salah satu destinasi wisata alam yang berada di kawasan perbukitan Batu Putu, Kota Bandar Lampung. Kawasan ini awalnya dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai sumber mata air alami yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Keindahan air terjun yang berada di tengah kawasan hutan dan perbukitan kemudian menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Seiring waktu, Air Terjun Batu Putu berkembang menjadi salah satu objek wisata alam yang menawarkan suasana sejuk, pemandangan alam yang asri, serta aktivitas trekking ringan bagi wisatawan.

Taman Wisata Hutan Kera
Jl. Dr. Cipto Mangunkusumo Kelurahan Sumur Batu Setiap Hari 24 Jam
Gratis
Taman Wisata Hutan Kera
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 1995 Taman Wisata Hutan Kera merupakan kawasan wisata fauna yang dikenal sebagai habitat kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Menurut Ketua Pokdarwis, keberadaan kera di kawasan tersebut bermula ketika beberapa warga melepaskan kera peliharaan pada awal tahun 1990-an. Seiring waktu populasi kera berkembang hingga mencapai ratusan ekor. Kawasan ini juga memiliki nilai sejarah karena terdapat goa peninggalan Jepang dan bunker peninggalan masa kolonial Belanda.

Sumur Putri
Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Utara - 24 Jam
Gratis
Sumur Putri
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 2015 (Tahun pembentukan Desa Wisata Sumur Putri) Menurut legenda yang berkembang di masyarakat Lampung, Sumur Putri berkaitan dengan kisah cinta antara seorang putri dari keluarga bangsawan dan seorang pemuda sederhana. Hubungan mereka tidak mendapat restu sehingga keduanya harus berpisah. Kesedihan yang dialami sang putri membuatnya sering menangis di sebuah taman. Masyarakat setempat meyakini bahwa air mata sang putri kemudian membentuk sebuah sumur yang kini dikenal sebagai Sumur Putri. Hingga saat ini, sumber air tersebut tetap mengalir dan tidak pernah mengering meskipun pada musim kemarau. (Sumber Sejarah: Papan Informasi Wisata Sumur Putri, Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung)

Kapal De Brow
Sumur Putri, Kecamatan Teluk Betung Utara Setiap Hari 24 Jam
Gratis
Kapal De Brow
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 1883 (Peristiwa Sejarah) Berdasarkan hasil wawancara dengan warga setempat, kawasan Sumur Putri memiliki keterkaitan dengan keberadaan sebuah kapal yang dikenal dengan nama Kapal De Brow. Kapal tersebut diceritakan sebagai kapal peninggalan masa kolonial Belanda yang keberadaannya dikaitkan dengan peristiwa letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, gelombang tsunami akibat letusan tersebut menyebabkan kapal terdampar di wilayah pesisir Teluk Betung. Seiring berjalannya waktu, kisah mengenai Kapal De Brow terus diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari sejarah lokal Kota Bandar Lampung. Selain memiliki nilai sejarah, cerita mengenai kapal tersebut juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengetahui jejak peristiwa letusan Krakatau di wilayah Lampung. Hingga saat ini, informasi mengenai Kapal De Brow masih dilestarikan melalui cerita masyarakat setempat.

Desa Wisata Sumber Agung
Jalan Wan Abdurrahman Sumber Agung (Depan Wisata Lengkung Langit ) Setiap Hari 24 Jam
Rp 120.000
Desa Wisata Sumber Agung
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 2020 Desa Wisata Sumber Agung merupakan destinasi wisata berbasis masyarakat yang berada di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung. Pengembangan wisata di kawasan ini diawali dengan terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Agung pada tahun 2015 sebagai wadah masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata desa. Sejak berdirinya Pokdarwis, masyarakat bersama pengelola mulai melakukan berbagai upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi wisata yang dimiliki Desa Sumber Agung. Kawasan ini dikenal memiliki kekayaan alam berupa perbukitan, hutan, serta jalur trekking yang menarik untuk kegiatan wisata alam. Pada tahun 2020, pengelola mulai mengembangkan wisata Jungle Trekking sebagai salah satu daya tarik utama bagi wisatawan. Jalur trekking tersebut menawarkan pengalaman menjelajahi kawasan hutan dan menikmati keindahan alam yang masih asri. Pada tahun yang sama, Desa Sumber Agung resmi ditetapkan sebagai Desa Wisata Sumber Agung. Penetapan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat di wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu, Desa Wisata Sumber Agung tidak hanya menawarkan wisata alam, tetapi juga berbagai aktivitas edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan warga setempat. Keberadaan desa wisata ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Hingga saat ini, Desa Wisata Sumber Agung terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata alam dan edukasi di Kota Bandar Lampung yang mengedepankan konsep wisata berkelanjutan dan partisipasi masyarakat.

Paintball Lampung
JL RADEN IMBA KUSUMA RATU (Hutan Pinus Lapangan Tembak Lampung ) Setiap Hari 24 Jam (sesuai jadwal kegiatan dan reservasi)
Rp 3.500.000
Paintball Lampung
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 2002 Hutan Pinus Lapangan Tembak Lampung merupakan kawasan wisata alam yang awalnya digunakan sebagai area pribadi dan belum dikelola sebagai destinasi wisata umum. Kawasan ini berada di lingkungan hutan pinus yang memiliki suasana sejuk dan pemandangan alam yang asri sehingga sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan luar ruangan. Seiring berjalannya waktu, lokasi tersebut mulai dikenal oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa. Banyak siswa SMA serta mahasiswa yang datang untuk melaksanakan kegiatan kebersamaan, seperti malam keakraban (makrab), studi lapangan, dan kegiatan organisasi lainnya. Meningkatnya jumlah pengunjung yang memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan kelompok mendorong pengelola untuk mulai mengembangkan fasilitas yang lebih terarah. Pengembangan dilakukan agar kegiatan yang berlangsung dapat berjalan dengan lebih nyaman dan terorganisir. Melihat potensi wisata alam yang dimiliki kawasan tersebut, pengelola kemudian mulai menyediakan area khusus untuk kegiatan berkemah. Kawasan ini selanjutnya berkembang menjadi lokasi camping ground yang dapat digunakan oleh berbagai kelompok dan komunitas. Selain camping ground, pengelola juga mengembangkan berbagai aktivitas luar ruangan yang mendukung kegiatan edukasi, rekreasi, dan pelatihan kelompok. Salah satu aktivitas yang kemudian diperkenalkan adalah permainan paintball yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. Pengembangan fasilitas dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan kondisi alam yang ada. Keberadaan pepohonan pinus yang mendominasi kawasan menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam terbuka. Kawasan ini juga mulai dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan outbound dan pelatihan kelompok. Berbagai instansi, sekolah, kampus, maupun organisasi memanfaatkan area tersebut untuk kegiatan pengembangan kerja sama tim dan kepemimpinan. Dengan bertambahnya fasilitas dan aktivitas yang tersedia, Hutan Pinus Lapangan Tembak semakin dikenal sebagai tempat wisata berbasis alam dan petualangan di Kota Bandar Lampung. Lokasi ini menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan destinasi rekreasi perkotaan. Pengelola terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan hutan sebagai bagian penting dari daya tarik wisata. Konsep wisata yang dikembangkan mengedepankan kegiatan positif, edukatif, dan kebersamaan dalam suasana alam terbuka. Hingga saat ini, Hutan Pinus Lapangan Tembak tetap beroperasi sebagai kawasan wisata alam yang menyediakan fasilitas camping ground, outbound, dan paintball, serta menjadi lokasi berbagai kegiatan sekolah, kampus, instansi, dan komunitas.

Wira Garden
JL. Wan Abdurrahman Batu Putu, Kecamatan Teluk Betung Utara Setiap Hari Senin - Jum'at= 09.00 - 17.00 WIB
Rp 15.000
Wira Garden
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 2007 Taman Wisata Wira Garden terletak di Kelurahan Batu Putuk Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung. Taman wisata ini menempati areal seluas ±13 Ha. Taman wisata ini dibuka sebagai objek wisata alam untuk pertama kali tahun 2007 oleh Bapak Tri Wibowo sebagai pemilik Taman Wisata Wira Garden. Jarak tempuh Taman Wisata Alam Wira Garden ini dari pusat kota Bandar Lampung 7 km atau sekitar 30 menit dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Sektor pariwisata menjadi salah satu harapan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandar Lampung, dan Taman Wisata Wira Garden merupakan salah satu kekayaan alam yang dijadikan objek wisata daerah. (Sumber sejarah: Astuti, B.T. 2015. Penilaian Potensi Taman Wisata Wira Garden Kelurahan Batu Putuk Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2014. Skripsi. Universitas Lampung. digilib.unila.ac.id)

Way Betoeng
Batu Putuk, Kec. Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung Setiap hari (dengan sistem reservasi/janji temu terlebih dahulu) 08.00 – 18.00 WIB (Paket Outbound).
Gratis
Way Betoeng
Wisata Alam

Tahun Berdiri: 2024 Berdasarkan keterangan pemilik wisata Way Betoeng. Awalnya, beliau ingin memiliki sebuah tempat yang bisa digunakan untuk outbound, camping, dan berkumpul bersama banyak orang tanpa harus berdesakan dengan pengunjung lain. beliau juga ingin menciptakan tempat yang aman, nyaman, dan membuat setiap kegiatan bisa berjalan dengan lebih leluasa. Dari keinginan itulah Way Betoeng mulai dibangun. Konsep yang dipilih adalah wisata privat, sehingga setiap kelompok yang datang dapat menikmati kegiatan mereka dengan lebih tenang tanpa terganggu keramaian. Percaya bahwa kenyamanan, keamanan, dan kebersamaan adalah hal yang penting dalam setiap kegiatan, baik itu untuk belajar, bermain, maupun sekadar menikmati alam. Seiring waktu, Way Betoeng mulai dipercaya oleh berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, sekolah tingkat SD hingga SMA, pondok pesantren, komunitas, hingga berbagai instansi untuk mengadakan kegiatan outbound, camping, gathering, dan acara lainnya. Sampai hari ini, Way Betoeng terus berkembang dengan tetap membawa tujuan yang sama seperti saat pertama kali dibangun yaitu menyediakan tempat yang nyaman untuk berkumpul, belajar, dan menikmati suasana alam.